Wednesday, 26 June 2013

Moisturizer Review : Citra Hazeline Pearly White UV Facial Moisturizer

Good Day, Lovelies : )

Today I will talk about moisturizer from local Indonesian Brand that I’ve been using for about 2 weeks. Since this product is originally produced in Indonesia and as far as I know until now its only available in my country here, so I’m gonna write this post using Bahasa. For my foreign readers, please hit the translate button on my side bar, thank u : )

Ini penampakan bagian depan bungkus plastik dan sachetnya
Sachet ini kemasannya praktis disertai kap ulir yang bisa dibuka tutup
supaya isi tetap terjaga selama masa pemakaian. Cukup travel friendly :)

Keterangan di bagian depan sachet

Keterangan di bagian belakang sachet berikut daftar bahan.
Klik untuk memperbesar tampilan gambar.

Tampak belakang sachet

Tampak belakang plastik pembungkus kemasan sachet
berisi keterangan dan gradasi pengukur warna kulit
(maaf penampakan plastiknya sudah saya sobek)

Sebenarnya ini kali kedua atau ketiga saya membeli krim ini. Kira2 dua tahun lalu saya pernah membeli dan menghabiskan produk yang sama dalam versi jar. Dan beberapa hari yang lalu saya beli sachet ini karena iseng aja, he he… berhubung harganya dalam bentuk sachet sangatlah terjangkau sekali dan saya lagi kehabisan pelembap waktu itu.

Harga : per sachet sekitar IDR 3900 atau IDR 4000
Tekstur : Krim putih, dry textured, thick, tidak moist

Kulit saya  sedang baik2 aja saat ini, dan saya tidak ada masalah selama menggunakan produk ini. Tekstur produk ini mengingatkan saya pada Fair and Lovely Multi Vitamin yang pernah saya review sebelumnya. Dan wanginya juga cukup kencang, mirip dengan tipikal wangi krim Fair and Lovely juga. Produk lain yang tekstur dan wujudnya mirip dengan ini adalah Ponds white beauty dan Ponds Flawless White. Mungkin karena sama2 keluaran Unilever jadi tekstur dan formulanya rada2 mirip.

Saya ngga pintar menjelaskan tentang aroma, saya rasa wanginya ya wangi floral campur wangi lain2 yang biasanya tipikal wangi yang terdapat di body lotion dan krim2 keluaran unilever gitu.

Meski teksturnya mirip, reaksi kulit saya berbeda lho antara ketiga produk tersebut. Sejauh mata memandang… eh… selama pengalaman saya menggunakan krim2 tersebut, krim Citra Hazeline Pearl ini adalah yang paling bisa ditoleransi sama kulit saya. Dengan catatan pas kulit saya lagi kondisi insyaf (baca : normal, ngga berjerawat).

Satu ciri khas dari krim ini adalah ada shimmernya. Tapi jangan kuatir, shimmernya halus banget, baru keliatan kalo diperhatikan dari deket setelah saya mengoleskan  krim ini di kulit. Ya, krim ini semacam memberi efek ‘iluminating’ di wajah kita, tujuannya membuat tampilan kulit jadi lebih bercahaya ketika menggunakannya.

Krim ini mudah meresap di kulit. Ya itu yang saya suka berhubung kulit saya ini kombinasi berminyak, saya selalu suka krim yang ngga lengket dan ngga greasy.

Soal khasiat pencerah, saya ngga bisa komentar banyak. Yang saya rasakan, krim ini membantu mencegah kulit dari penggelapan karena terpapar matahari, itu saja. Di kemasannya tertulis ada tabir surya tapi tidak disebutkan berapa kadarnya. Jadi saya rasa lebih amannya perlu pakai sun screen yang ber-SPF cukup di atasnya.
Pengalaman saya selama memakai krim ini, kulit ngga gampang menggelap ketika terpapar matahari,  dibandingkan ketika ngga memakai.

Soal oil control, meski krim ini finishnya ‘dry’ (baca : ngga moist) di kulit, bukan berarti bisa menahan minyak di muka lho. Bagi saya pelembap ini tidak mengontrol minyak di wajah saya yang kombinasi berminyak. Mungkin sebenarnya, krim ini lebih cocok buat tipe kulit normal.

Melihat dari kandungan bahan2nya, saya rasa krim ini tidak cocok untuk kulit yang sensitive terhadap alcohol dan pewangi. Satu sachet cukup untuk pemakaian sekitar 2 minggu bagi saya. Krim ini tidak saya pakai tiap hari koq, karena saya agak takut dengan kandungan alkoholnya yang menempati urutan tinggi di daftar bahan.

Kesimpulan saya.
Yang saya suka :
- ngga menimbulkan reaksi penolakan di kulit saya (dalam mode normal)
- harga terjangkau dan mudah didapat secara lokal
- membantu mencegah penggelapan kulit karena sinar matahari
- membantu melembabkan kulit
- mudah meresap, tidak lengket

Yang saya tidak suka :
- Alkohol yang lumayan tinggi kadarnya, dan pewangi
- tidak cocok untuk kulit sensitif

Repurchase? Sepertinya tidak. Saya berniat mencari skincare yang lebih ramah di kulit dengan bahan2 yang minim alcohol dan pewangi.

Gals, punya saran pelembap yang harganya terjangkau ? Share di komentar ya : )

4 comments:

Sekararum said...

Sekarang tambah banyak yak pelembab yang kemasannya begini. Sekilas pandang di Indomart ada Garnier, Olay, Fair n Lovely, eh terus si citra juga ngikut :D.
Sebenernya praktis kalau buat traveling gitu. Slim, gampang masuk pouch. Tapi sayangnya yang dikemas begitu biasanya varian whitening semua. Aaakk...sebel.

Queen D said...

Jeng arum ndak suka yg bau2 whitening ya? kenapa, Jeng?
sebenarnya saya berharap supaya makin banyak prduk yg ngeluarin sachetan kayak gini jadi kalau mau coba ngga harus beli full size, hihi...

Sekararum said...

Masalah selera aja sih, Jeng. Aku soale suka sama kulit2 tan ala latino2 gitu. Berasa cakep n seksi aja. Kalau yg putih ala korea gitu ndak begitu suka, mboseni aja keliatannya. Bahahaha... Padahal mukaku ndak ada latin2nya :p

Iya, aku juga suka saset begini. Praktis buat pergi2, udah gitu kemasannya juga rapet kok. Sayang belum ada produk yang pas.

Queen D said...

oo, gitu, lebih suka warna tan, ternyata, he he iya selera si :)
kalau saya, berhubung udah dari sananya kecoklatan, malah pengen rada cerahan gitu, Jeng he he :) *obsesi korea ngga kesampaian

MY BLOG, ROOM FOR MY IDEA, SHELTER FOR MY EXPRESSION, HOME FOR MY THOUGHTS
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software