Saturday, 14 December 2013

Cerita Sedikit Tentang Klinik Skincare Dan Spa


(My foreign readers and friends, please hit the translate button on my sidebar, thank you : ))

Hallo, teman2 semua

Lama tak posting saya, maklum lagi banyak pikiran, jadi hiatus sementara. Daripada saya maksain nulis pas pikiran lagi sibuk sama banyak hal lain, takutnya nanti review saya malah jadi tidak karuan, he he… saya akui, menulis itu butuh mood yang bagus dan pikiran yang rileks, errr… setidaknya buat saya : )
Kali ini saya mau cerita, jadi begini, kapan tu kucing tetangga saya sudah melahirkan, loh.. ehh… Saya ini lagi di beauty blog… oke.. oke mari bicara soal beauty : ) Sebenarnya posting ini rencana saya terbitkan bulan lalu (Nopember 2013), tapi akhirnya tertunda sampai sekarang.

Antara posting sebelumnya, bulan Oktober- Nopember, saya sempat mengeluh tentang kondisi kulit saya yang bermasalah. Bukan, kali ini bukan perang melawan jerawat. Sejak saya slalu rajin membersihkan wajah, menghindari produk2 yang terlalu berat di kulit dan menemukan pembersih yang sepertinya mampu mencegah jerawat dan mengontrol kelebihan sebum, kulit saya jadi jarang kena jerawat. Sementara pembersih andalan saya masih duet Anna Sui Balancing Cleanser dan Whitening Lotion, diselingi oleh The Body Shop Tea Tree Toner, sabun wajah saya tetap Skinfood Parsley Mandarin yang tubenya gede dan ngga habis2. Dan rasanya rangkaian itu cukup mampu menghindarkan jerawat dari kulit saya. 


Yang saya keluhkan adalah masalah kulit saya yang sensitive, gampang banget memerah (kadang setelah dibersihkan, atau terkena matahari, atau kadang ngga tau knapa) dan banyak area yang nampak kemerahan, broken capillaries juga makin kelihatan, dan juga kusam banget. Yang jelas bukan memerah karena ketemu pujaan hati loh ya… yang ini murni gara2 kulit sensitive.
Selain itu, kulit saya juga dehidrasi, kasar, pori2 gede makin kelihatan, juga ada komedo membandel yang susah diambil. Saya curiga kekusaman kulit saya disebabkan sama beberapa pelembap yang saya coba. Duch, nasib suka coba2… 

Saya merasa desperate sekali. Sebenarnya saya menghindari yang namanya dokter kulit. Udah sejak 2010 saya terakhir facial dan konsul dokter. Tapi kali ini saya menyerah rasanya. Tapi saya waktu itu berniat cari dokter kulit lain> Saya ngga mau balik ke tempat perawatan yang dulu pernah saya datangi karena sepertinya krim2 dan perawatannya bikin kulit jadi kecanduan dan bikin kulit saya jadi makin tipis. Saya berniat setidaknya facial. Nah, berhubung ada teman SMA saya yang pernah memposting Klinik Billagio Skincare and Spa di FB saya dan rekomendasi tempat ini juga beberapa kali seliweran di social media saya, membuat saya jadi tertarik. Saya memutuskan buat facial, dan berhubung berdasarkan pengalaman tu tempat facial yang higienis biasanya ya ditempat yang ada dokter kulitnya.
Akhirya saya datang ke Cabang klinik Skincare and Spa ini yang ada di Sidoarjo pertengahan Nopember lalu. Dari pricelistnya, harga perawatan dan produk skincarenya cukup terjangkau. Dan customer sepertinya bisa memilih sesuai budget, saya akui dokternya lumayan ramah dan ngga terlalu ‘pushy’. Ngga seperti klinik skincare dimana saya dulu pernah melakukan perawatan bertahun2 lalu, dimana dokternya lumayan pushy sekali, pasien diarahkan buat langsung beli banyak produk gitu.
Klinik ini juga melayani spa, perawatan badan dan salon rambut.

NOTE : Saya mau bilang sebelum cerita lebih lanjut. Saya di sini hanya sharing pengalaman dan ngga berniat menjatuhkan ataupun promo soal klinik ini, karena saya sama sekali tidak ada hubungan komersial apa2 dengan pihak manapun dalam menulis posting ini. Jadi ini murni pengalaman saya saja.

Saya ditawari buat member card di sini dengan bayar IDR 75 ribu supaya dapet diskon untuk perawatan. Saya ditangani oleh dokter berjilbab dan berkulit cenderung sawo matang, 11-12 lah sama saya, he he… Saya jadi membandingkan penampilan terapis, dokter, dan staf di klinik ini yang berbeda dengan apa yang saya biasa jumpai di klinik lain yang dulu saya pernah datangi. Tapi saya malas bahas perbedaannya di sini. Oke lanjut, kulit wajah saya diperiksa menggunakan semacam alat scan bentuk bulat dan menyala. Dari situ dokter bilang kalau saya ada beberapa flek akibat matahari yang perlu ditangani. Saya juga cerita kalau kulit saya sangat sensitive dan suka merah2. Dokternya bilang kalau resep yang dia kasih bisa mengatasi masalah kulit saya.

Akhirnya saya membayar untuk item perawatan :
- Facial Whitening Detox = 96 rb
- Meso Pigmen Plus = 150 rb
- Masker Aloe = 15 rb
- Sunblock buat kulit sensitive = 38 rb
- Sabun muka kulit sensitive = 40 rb
- Krim anti iritasi pasca meso = 30 rb
- Cream Malam tipe 3 = 80 rb

Kliniknya cukup nyaman dan ngga crowded, pelayanannya  juga tergolong cepat. Ruang tunggunya dilengkapi kafe dan ruangan perawatannya juga lumayan nyaman dan bersih.
Prosedur facialnya hampir sama dengan biasanya, iya menyakitkan seperti biasa, terutama pas ngambil komedo di hidung, hampir nangis Bombay saya >.< 

Setelah facial, kulit saya didetoks pakai alat bulat yang diglide ke seluruh wajah saya. Rasanya clekit2 gitu, kayak ditusuk jarum umuran mikro. 

Ngomongin meso pigmen, saya tu tadinya ngga tahu itu apa. Ternyata pipi saya di area flek ditempeli sheet yang udah dicelup obat. Uuughh… saya ngga suka bagian ini, bau obatnya bikin saya bener2 mual, pusing dan serasa pengen muntah gitu… haduh saya sampai tanya mbaknya, duh koq ga enak bener ya mbak bau cairannya ini. Si mbaknya cuman nyuruh saya buat sabar. Setelah beberapa saat bagian yang ditempeli lembaran mengandung obat itu di massage dengan alat serupa seperti yang dipakai pas detoks tadi. Setelah tahap ini selesai, baru pakai masker. Masker yang saya pakai tu jenis aloe vera, adem banget di kulit pas pertama setelah dioleskan.

Muka saya memang kelihatan lebih bersih dan terasa lebih kencang setelah di facial + meso, cuman merah2 pas bagian2 yang dipencet komedo aja. Tapi perubahannya ngga terlalu drastis dibanding sebelum perawatan.

Setelah itu saya nebus resep di apotiknya n nunggu dipanggil sambil minum the botol gratis yang disediakan khusus buat pasien pasca perawatan disana. Sementara nunggu saya sempat ngobrol sama mbak2 pakai kacamata yang ternyata juga nunggu resep n kita ngobrol2. Dia cerita kalau udah jadi member disana dan dia itu lagi nukerin krim. Dia cerita kalau satu hari sebelumnya dia beli krim malam khusus buat spidervein dan ternyata sampai di rumah krimnya pas dibuka aneh, udah kering dan beda warna gitu katanya, dengan kata lain udah expired. Makanya dia kembali buat menanyakan. Katanya pihak klinik udah mengganti dengan krim lain yang harganya sama. Dia bilang lebih baik saya ngecek dulu setelah menebus resep di situ sebelum dibawa pulang, takutnya bakal ngalami kayak dia. Ya saya akhirnya mengikuti anjurannya. Hmmm… aneh juga klinik dengan dokter seperti ini koq bisa kecolongan… Ya, everything could happen everywhere… Human eror memang kadang terjadi.

Oke, nah sekarang kita bahas soal produk2 yang saya pakai dan kesan2 saya.

1. Facial Wash untuk kulit sensitive
Botolnya plastic semi transparan dengan double cap. Yang dalam berupa flip cap, yang luar hanya ditangkupkan saja. Teksturnya milky seperti lotion, busanya sedikit dan saya hanya menggunakan 2-3 tetes saja buat membasuh seluruh wajah dan separuh leher. Cukup perih ketika terkena pada area sekitar mata, jadi saya biasanya menghindari area kulit sekitar mata tiap pakai ini.

2. Sunblock buat kulit sensitive/ Immortal Sunblock
Pertama pakai, agak terasa sedikit ‘menyerang’ di kulit, saya heran padahal ini labelnya buat kulit sensitive, tadinya saya pikir mungkin waktu itu kan saya habis facial dan meso, jadi kulit saya masih lebih sensitive dari biasanya. Sunblock ini juga aromanya pedih di mata kalo dipakai di tempat deket kulit area mata. Mungkin formulanya evaporated gitu kali ya, makanya saya mengoles sunblock ini jauh2 dari kulit sekitar mata. Setelah 1- 2 jam kerasa banget kalau sunblock ini berminyak dikulit saya, kayaknya memang agak terlalu rich buat kulit saya yang kombinasi. Saya berkesimpulan kalau formula sunblock ini sepertinya terlalu ‘keras’ terasa di kulit saya. Ada rasa kurang nyaman tiap kali memakainya. Akhirnya pemakaiannya saya selingi dengan produck ber-spf lain yang saya punyai. Untung isinya 12,5 gram, jadi ngga lama2 habisnya. Setelah ini habis, saya ngga mau repurchase lagi.





 Daftar Bahan




3. Krim anti iritasi pasca meso
Ini saya pakai 3 hari pasca perawatan, pagi hari sebelum pakai sunblock dan malam hari. Teksturnya agak rich buat saya. Ngga ada ingredient listnya jadi saya ga bisa komentar banyak.



4. Cream Malam tipe 3/ Biolite Whitening Cream
Dokternya bilang kalau ini krim malam yang paling lembut formulanya dibanding krim malam tipe lainnya yang ada di klinik itu, jadi sesuai buat kulit sensitive saya. Baunya mirip youghurt menurutku, tapi melihat dari daftar bahannya ternyata ini mengandung pewangi. Dan komposisi bahan2nya menurut saya termasuk agak harsh untuk ukuran krim dokter. Saya selalu mengolesnya tipis2 saja. Untuk 3 kali pemakaian pertama entah kenapa terasa agak pedih di kulit, tapi selanjutnya tidak. Bagaimanapun saya koq ragu kalau krim ini bener2 bisa buat kulit sensitive, jadinya saya akhirnya ngga memakainya tiap malam, melainkan selang seling gitu, 2-3 hari pakai trus 2 hari ngga, kadang pakai kadang ngga. Soalnya krim ini jujur saja rasanya kurang nyaman di kulit saya. Tapi memang setelah beberapa kali pemakaian kulit saya jadi lebih cerah karena kekusamannya berkurang.Teksturnya agak rich dan berwarna semacam putih krem samar.


Daftar Bahan Krim Malam 3

Cara penggunaan

Keterangan produksi

Wujud Krimnya

Sekarang sampai di titik dimana saya harus buat kesimpulan. Saya ngga berencana meneruskan perawatan di sini lagi, soalnya sudah jelas, saya kurang suka dengan produk2nya. Mungkin kalau sesekali creambath atau perawatan rambut ke depannya boleh lah saya mau coba. Tapi untuk  perawatan wajah ngga dech kayaknya.
Benernya saya ngga hobi facial ataupun perawatan di dokter kulit seperti ini, selain takut krim2nya bakal bikin ketergantungan, saya juga ga suka bahan kimia yang dipakai buat prosedur perawatan, baunya ga enak dan rasanya ngga nyaman. Mudah2an ke depannya saya bisa nemu skincare yang cocok dan ngga perlu perawatan klinik lagi (pray).
Teman2 ada yang punya pengalaman sama dokter kulit? Boleh share di sini : )

8 comments:

dini setiyorini said...

Aku pernah coba sekali dalam hidup facial di klinik kecantikan LBC. Awalnya konsul ke dokter, niatnya mau tanya2 masalah milia ama flek hitam gitu. Tapi begitu tau saya gak minta resep alias cuma mau konsul doang dokternya mukanya langsung berubah dong, dari yg sumringah mau nulis resep, langsung jadi ogah2an dong jawab pertanyaanku, bahkan jawabannya gak menjawab sama sekali.

Facial nya sih biasa aja, sama aja ama facial2 lain, cma aku tambah pake ozon apa lah itu,alat bulat di massage trus rasanya clekit2 nyetrum nusuk, kayak ceritamu. Dan bagian komedo sakit sampe bikin nangis T_T

Queen D said...

Halo, jeng dini^^
makasih sudah berbagi pengalaman di sini.
hiks facial memang menyakitkan >.< pengennya ngga usah facial lagi seterusnya.
aq blm pernah ke LBC sich, dulu tu aq sempet perawatan di natasha, tapi produk2nya semacam bikin ketergantungan gitu n kulit jadi berasa lebih tipis jadi aq ga mau ksana lagi.
Kmaren coba ini klinik kayaknya q juga ngga sreg.. apalagi tahu ada kasus pasien ngebalikin obat yg ternyata uda expired >.<

Rima Adelina said...

Haiii mbak,, ak juga pke ni produknya billagio. Karena ak jerawat mbak, ak dpt acne gel foam, sunblock acne, cream mlm acne 1 sma oil free cream. Blm ak pake sama sekali sih mbak krim nya soalnya baru td siang kesana. Hehehe td disuruh dokter oka (kalo nggak salah) meso acne biar jerawatnya cpt kempes sma bekas nya yg item2 memudar. Temen2 ak banyak yg pake produk ini dan hasilnya bagus mangkanya ak ngikut mbak. Hahaha sblm keklinik ini, ak pake natasha di dr sutomo, ini bikin kantong mahasiswa kering beneran mbak asliii, terakhir ke larisa tpi nggak seberapa cocok sih. Yaaa mudah2an di billagio ini cocok aku, kasian muka ku kalo kebanyakan gonta ganti produk :( *maaf jadi curhat ^^

Rima Adelina said...

Haiii mbak,, ak juga pke ni produknya billagio. Karena ak jerawat mbak, ak dpt acne gel foam, sunblock acne, cream mlm acne 1 sma oil free cream. Blm ak pake sama sekali sih mbak krim nya soalnya baru td siang kesana. Hehehe td disuruh dokter oka (kalo nggak salah) meso acne biar jerawatnya cpt kempes sma bekas nya yg item2 memudar. Temen2 ak banyak yg pake produk ini dan hasilnya bagus mangkanya ak ngikut mbak. Hahaha sblm keklinik ini, ak pake natasha di dr sutomo, ini bikin kantong mahasiswa kering beneran mbak asliii, terakhir ke larisa tpi nggak seberapa cocok sih. Yaaa mudah2an di billagio ini cocok aku, kasian muka ku kalo kebanyakan gonta ganti produk :( *maaf jadi curhat ^^

Queen D said...

Halo Rima, maaf baru balas komennya, akhir2 ini jarang buka blog soalnya. Wah, kamu cocok ya perawatan disana, soalnya aq udah memutuskan buat ga balik lagi he he...
sebenarnya aq ga hobi ke dokter kulit, lebih memilih maskeran sendiri di rumah.
Ya kulit orang masing2 sich, kalau memang cocok ya why not :)

Merita Diti said...

Halo ka, dari tulisam di atas aku liat, aku juga pake cream biolite itu.
Lumayan enak dan noda juga mulai memudar tapi ga cepet sesuai waktu tapi kalo kata aku itu creamnya sebagai vitamin jd bisa dipake pagi ato malem, kalo pagi sebelum pake sunblock hehe.

Emang enak ga ke dokter ya ka kadang kantong suka jebol gitu buat beli creamnya doang huhu

Merita Diti said...

Eh typo, lata dokter aku ka maksudnya hehe

Devi Pratiwi said...

Hallo semua ya, saya ingin berbagi nich...
muka ku terlalu sensitif jika terkena pancaran matahari, langsung merah & kering.
ak memutuskan untuk cari doker klinik kecantinkan di daerah jakbar& tangerang coz startegis dekat rumah ku.ak cari2 info di internet akhirnya menemukan di Dr di jakbar,
info dari dokter muka ku kering & sensitif, dokter mengajurkan membeli produk dia senilai 2.5jt krim ya byk sekali.setelah aku pakai 2hari muka ku sangat merah & terbakar akahirnya memutuskan untuk tidak menggunakan krim itu.Belum sampai disitu ak masih semangatttt mencari ya, ketemu dr klnik kecantikan namun beberapa klinik kecantikan yg ak datangi tetap saja tidak cocok, muka memerah seperti ada kandungan mercuri. ak tidak bosen2 cari2 di web, akhirnya ak menemukan dr klinik kecantikan di Sunrise Green Graden 'Beauty Inc'ak sangat cocok facial & obat2 an ya muka ku cerah...
memang hrg ya agak mahal, facial 200-600ribu, cream pagi, malam, serum 150-250 ribu.
alhamdulilah sampai saat ini muka ku halus & cerah.
Tiap pagi kekantor ak hanya menggunakan pelembab, sunblock & bedak, bertahan smpe malam. Tas ku tidak ada perlengkapan cosmetik, ak gk mau ribet.
selamat mencoba....cari dokter kecantikan yg menggunakan produk non mercury, kimia berbahayaaa!!!!

thanks

MY BLOG, ROOM FOR MY IDEA, SHELTER FOR MY EXPRESSION, HOME FOR MY THOUGHTS
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software