Wednesday, 29 December 2010

Stairs oh stairs don't be stairway to hell for my heels...



Tangga dan problemnya

Stairs oh stairs... Why should be stairway to hell for my heels...

Definisi Tangga : Elemen bangunan yang merupakan sarana untuk mencapai ruang dimana terdapat perbedaan ketinggian yang berarti (definition by me)


Tangga... ya di sini aq pengen menulis soal tangga... tangga yang harus q lewati tiap hari kalo q mau naik ke ruangan kerja gue di lantai 2. Tangga yang ada di rumah2 dan di tempat2 kos temen2 q... Sebenernya berapa si idealnya dimensi buat tangga? ya jawabannya bisa kita temukan di data arsitek atopun time savers standart ato buku2 pedoman yg lain tapi itu semua cuma teori, skali lagi cuma TEORI. Banyak ato bisa aq bilang hampir semua kos2an ato rumah yang pernah aq datengin tu ada tangga dimana dimensi tangganya engga standar banget (boro2 standar membahayakan malah).

Sekedar catatan, tinggi anak tangga yang nyaman adalah skitar 15-17,5cm dan lebarnya minim 30cm dimana pijakan anak tangga bisa memuat telapak sepatu kita dengan benar. Dan sebaiknya tangga dilengkapi dengan 'step nosing' yang biasanya ada di ujung permukaan tiap anak tangga. Step nosing berfungsi sebagai bidang kasar pengaman agar si pemakai terhindar dari kemungkinan tergelincir.

Dulu waktu masih kul di surabaya, aq pernah nempati kos2n dimana aq udah 2x jatoh di tangga yg sama dalam kurun waktu 2 bulan. Dan para penghuni di situ juga udah 'langganan' jatoh di situ. Katanya si ada crita serem soal itu tangga yang dikisahkan ada 'penunggunya'. Yeah well, kalo aq amati sich terlepas dari ada penunggunya ato enggak, itu tangga emang BAHAYA buat dilewati! Ukuran ama wujudnya aja udah invalid, lebar tangganya 50cm, ngga ada railingnya, lebar pijakannya cuma sekitar 17 cm (gile cuma separo telapak kaki gue yg muat di situ) trus tinggi anak tangganya skitar 20 cm ada yang lebih (tinggi anak tangganya engga sama) belum lagi permukaan pijakan anak tangga yg 'nggak datar' alias rada menurun pas ujungnya, nach ditambah lagi kondisi ruangan dimana itu tangga ditempatkan, dekat jemuran, tempat cuci ama kamar mandi, super lembab! Material permukaan tangganya dari plesteran semen yang kalo kena air jadi licin. Ya terang aja itu tangga bakal makan korban meskipun udah lewat tujuh turunan n dikasi sesajen tiap malam jumat kliwon sekalipun dia bakal terus minta korban.... :P
Sempet mikir si empunya kos mungkin berniat bikin tangga yang hemat ruang... tapi ngga gini2 juga kaleeee.... itu tangga ngebuatnya keliatan kalo mekso banget.

Realita yang ada di lapangan sekarang ini adalah soal keterbataan ruang. Yang namanya tangga tu seringkali ngga diperhatikan penempatannya. Tangga seringkali dianggap sebagai sesuatu yang mengganggu tapi mau ga mau harus ada. Nach jadilah nasib si tangga ni ngga karuan, ditempatkan di atas kamar mandi ato dipepetin di bagian sudut ruangan biar ga makan tempat plus skalian ukurannya dibuat seminim2nya. Faktor kenyamanan dan keselamatan sepertinya ditaro belakangan, yang jelas no.1 yang diutamakan adalah gimana caranya supaya si tangga itu ngga makan tempat dan ngga mengganggu ruang dari segi fungsi maupun sirkulasi.

Aq jadi inget salah satu pengalaman kerjaq dulu, dimana atasanq adalah seorang arsitek rumah tinggal yang lumayan banyak track recordnya dalam merancang dan membangun rumah tinggal mewah, plus dia juga udah mengantongi sertifikat IAI arsitek pratama, n udah ngikuti pelatihan ampe dapat ntu sertifikat strata V. Well pada kenyataannya sama aja dengan kebanyakan orang awam apabila berhubungan dengan soal tangga! Kebetulan waktu itu aq n karyawannya yang lain terkadang rapat di rumahnya. Ok lah aq mengakui kalo dia cukup fungsional dalam menempatkan ruang2 dan menata desain rumah tinggalnya tapi yang mengejutkan adalah tangga dengan dimensi lebar anak tangga 20cm dan ketinggiannya juga 20 cm itu. Seorang arsitek yang bahkan engga memperhatikan standar tangga di rumah tempat tinggalnya yang tiap hari dia lewati... Yach aq tak ingin terlalu meng-judge dia coz dia bukan satu2nya arsitek yang demikian!

Ok satu cerita lagi, di kantor tempat aq bekerja pada saat entri ini qtulis juga lagi2 terdapat kasus demikian. Ketinggian lantai 2 ruangan kerjaq adalah skitar 4,2m, lumayan tinggi bukan untuk ruangan yang harus dicapai dengan naik tangga? yach begitulah. tinggi anak tangga 20cm dan lebarnya 25cm tapi yang 5cm tertutup dengan ujung anak tangga di atasnya sehingga pada posisi turun yang bisa aq pijek cuma 20cm. Well, lumayan melelahkan jika aq harus naik turun beberapa kali dalam sehari. Materialnya pun terbuat dari keramik lantai yang mudah licin bila terkena air dan ngga ada step nosingnya. Dan tak mengherankan kalo ada beberapa kali kejadian orang terjatuh atau hampir terpeleset pas turun. Yach inilah salah satu sebabnya aq ngga milih sepatu high heels buat ke kentor, kebayang kalo aq musti naik turun itu tangga pakai heels, ngga lucu kalo ampe jatoh. Untuk ruangan setinggi tempatq sekarang, alangkah lebih manusiawi apabila dibuatkan tangga yang nyaman, yang bisa meningkatkan kinerja produktivitas karyawan serta meminimalisir kecelakaan.

Nach apakah qta udah memperhatikan tangga di rumah kita? atau gambar rencana tangga yang akan kita buat? melalui tulisan ini aq pengen membuka mata kita semua tentang hal kecil bernama 'tangga' yang standarnya selama ini dianggap sebagai hal yang remeh dan diabaikan orang. Sadarkah kita semua dengan membuat tangga yang sesuai standar keamanan dan kenyamanan di lingkungan sekitar kita berarti kita turut menjaga keselamatan dan memberikan kenyamanan pada anggota keluarga kita, karyawan-karyawan, teman2, dan orang2 yang kita sayangi...

No comments:

MY BLOG, ROOM FOR MY IDEA, SHELTER FOR MY EXPRESSION, HOME FOR MY THOUGHTS
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software